BRIGJEN TNI (PURN) R.M WAHYU HADIWARSITO, SH, MH
Raden Mas Ngabehi Jososoesastro dan R Ngt. Sudarmi
WAHYU HADIWARSITO – OKTOBER 2008
Keppres Penganugerahan Bintang Kartika Eka Pakci – Wahyu Hadiwarsito
SKEP Veteran Golongan A – Wahyu Hadiwarsito
KARTU IDENTITAS PENSIUN Wahyu Hadiwarsito



Sekilas
Lebih lengkapnya Brigadir Jenderal TNI AD Purnawirawan Raden Mas Wahyu Hadiwarsito, SH, MH, lahir di Surakarta pada tanggal 14 April 1922. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Raden Mas Ngabehi Jososoesastro dan R Ngt. Sudarmi, yang merupakan Asisten Wedana setempat.
Karir
Ia memulai karirnya sebagai pegawai Djawatan Kereta Api Djawa Tengah pada masa penjajahan Jepang dengan pangkat Santo Zimuin (1 Maret 1943), Nito Zimuin (1 Januari 1944), Ito Zimuin (1 Januari 1945) hingga berpangkat Pegawai Menengah Tingkat 3 pada 1 Januari 1946.
Sementara karir dalam bidang militer, beliau juga berperan dalam perang kemerdekaan dan merintis karir militernya dengan pangkat pertama sebagai Letnan Dua pada tanggal 1 Desember 1945 hingga memperoleh pangkat Brigadir Jenderal pada tanggal 1 Oktober 1976, dan pensiun pada 8 Januari 1979. Dalam karir militer, beliau banyak berkecimpung dalam bidang hukum militer dan hukum dagang.
Jabatan terakhir beliau adalah Ketua Mahkamah Militer Tinggi IV/Sulawesi yang berkedudukan di Ujung Pandang (sekarang Makassar), Sulawesi Selatan
Tanda Jasa/Penghargaan
Selama pengabdiannya kepada Negara Republik Indonesia, ia dianggap berjasa dan memperoleh sejumlah penghargaan/bintang dari negara, antara lain,
-
- Bintang Gerilya
- Satyalencana Peristiwa Perang Kemerdekaan I
- Satyalencana Peristiwa Perang Kemerdekaan II
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer I
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer II
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer VI
- Bintang Sewindu
- Satyalencana Kesetiaan 8 tahun
- Satyalencana Kesetiaan 16 tahun
- Satyalencana Kesetiaan 24 tahun
- Satyalencana Sapta Marga
- Satyalencana Dwijasista
- Satyalencana Penegak
- Bintang Kartika Eka Pakci
Pendidikan
Sejak zaman Belanda, ia menjalani pendidikan di HIS hingga menjalani pendidikan kedinasan pada Akademi Hukum Militer pada tahun 1954 hingga 1960 dan melanjutkan pendidikan pada Perguruan Tinggi Hukum Militer pada tahun 1961 hingga 1963, hingga menggondol gelar Sarjana Hukum. Pada tahun 1970 – 1971, memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk mengambil pendidikan Post Academiale Cursus di Leiden, Belanda
Organisasi
Pada masa sebelum kemerdekaan RI, beliau mengikuti keorganisasian yaitu, anggota Kepanduan Bangsa Indonesia (1930-1936) di Klaten dan organisasi Surya Wirawan (1938-1941) di Solo/Klaten. Sebagai orang yang berkecimpung di bidang hukum, beliau juga menjadi anggota organisasi Persahi cabang Jakarta dan Ujung Pandang (1973-1979)
Masa Pensiun
Setelah memasuki masa pension, beliau menjabat menjadi Manggala BP-7, sebuah lembaga penyokong ideologi Pancasila pada masa Presiden Soeharto hingga awal 1990-an. Selain itu, masa pensiun diisi dengan menjabat sebagai Dosen pada almamaternya, AHM/PTHM dengan mengajar mata kuliah Hukum Dagang. Aktivitas diluar berakhir seiring dengan gagalnya operasi katarak yang dijalaninya pada awal tahun 1990-an. Selebihnya ia berada di rumah saja.







